Pendidikan Informal

Homeschooling atau yang di-Indonesiakan menjadi sekolahrumah, merujuk pada UU No. 20 tahun 2003 terkategori sebagai pendidikan informal. Apa artinya? Pendidikan informal adalah pendidikan yang dilaksanakan oleh keluarga dan lingkungan. Kedudukannya setara dengan pendidikan formal dan nonformal. Hanya saja, jika anak-anak yang dididik secara informal ini menghendaki ijazah karena berniat memasuki pendidikan formal pada jenjang yang …

Continue reading →

Sosialisasi juga ternyata berdampak pada perkembangan anak-anak

Salah satu masalah yang paling banyak dikhawatirkan orang tua kalau anaknya homeschooling adalah persoalan sosialisasi. Kesannya, anak-anak homeschooling itu nggak gaul, nggak punya teman, terpenjara di rumah dan tak mampu berorganisasi, setelah mereka besar nanti.Terus terang, masalah ini memang sudah lama jadi perhatian saya dan istri saya. Kami memang berniat dua anak kami, Azkia (6 …

Continue reading →

Homeschooling: Pendidikan Berbasis Keluarga

Siapapun yang tertarik dengan tema-tema seputar homeschooling (HS), informasi ini mungkin cukup bermanfaat. HS sudah mulai hangat dan bahkan kini agak “panas” dibicarakan di ruang publik. Selain karena terbitnya buku-buku HS karya penulis lokal yang promonya cukup gencar, atau mungkin juga karena HS ternyata sudah mampu menarik perhatian dan menyulut respon subjektif anggota dewan dan …

Continue reading →

Maksimalkan Pendidikan Alternatif

Sudah terlanjur masyarakat menganggap, bahwa pendidikan itu mesti dilakukan di sebuah lembaga formal, seperti halnya sekolah. Sementara itu, serangkaian persoalan klise berkaitan dengan sekolah, seperti gedung yang ambruk, kelas yang rusak, SPP yang mahal, DSP yang membengkak, gurunya kurang, dan banyak persoalan lainnya, sampai saat ini masih sulit untuk dituntaskan. Mayoritas berujung pada persoalan, sementara …

Continue reading →

Emansipasi dan hak anak

Emansipasi mungkin kata yang paling menyenangkan bagi perempuan dewasa, namun bisa jadi merupakan kata yang menyebalkan bagi anak-anak. Bagaimana tidak, emansipasi membuat ibunya bisa bekerja di luar rumah, meninggalkan mereka hanya dengan pembantu atau nenek-kakek yang sebenarnya sudah lelah mengurus anak kecil. Realitas zaman modern menuntut serba banyak kepada setiap orang untuk bekerja keras, tak …

Continue reading →

Kurikulum untuk anak usia dini, perlukah?

Anak-anak usia dini hidup dalam dunia bermain. Meskipun demikian,tak ada salahnya jika orang tua memiliki rancangan bahan atau materi untuk mengisi hari-hari mereka. Hal yang pasti, kurikulum untuk anak usia dini haruslah sangat fleksibel, sesuai dengan kemampuan dan minat anak. Kelas-kelas pra-sekolah seperti Play Group (PG) atau Taman Kanak-Kanak (TK) pasti memiliki kurikulum dan target-target, …

Continue reading →

Bagaimana Seharusnya Anak-Anak Bersosialisasi

Bersosialisasi adalah fitrah manusia. Bahkan anak-anak yang masih belia sekalipun, akan menunjukkan ciri ini secara reflek. Lihatlah anak-anak kita saat dibawa ke sebuah pertemuan dan ada anak-anak lain di sana. Meski baru pertama kali bertemu, mereka akan saling berinteraksi secara perlahan. Tentu saja bahasa sosialisasi mereka khas anak-anak. Bisa dengan berbagi makanan, berlarian, atau sekedar …

Continue reading →

Belajar Membaca untuk Anak Usia Dini

oleh Maya A Pujiati – Belajar-Membaca.com Bisa membaca di usia dini mungkin bukanlah segalanya. Ada hal yang lebih penting dari kemampuan membaca, yang justru agak sering terlewatkan, yaitu bagaimana membuat anak-anak senang dengan buku dan kegiatan membaca. Jika pembentukan kebiasaan membaca kurang dibangun, tak jarang, ada anak yang sudah bisa membaca tetapi tidak tertarik dengan …

Continue reading →

Uniknya Temperamen Anak-Anak

oleh Maya A. Pujiati Pasti kita sering mendengar bahwa anak-anak dilahirkan dengan kepribadian unik. Orang tua yang memiliki beberapa anak pasti dengan cepat bisa menyadari bahwa setiap anak memiliki sikap yang berbeda-beda. Anak pertama banyak bicara, anak kedua penyendiri, anak ketiga sering mengalah, dan sebagainya. Bagaimana menyikapi berbagai karakter tersebut, ternyata ada ilmunya, lho. Florence …

Continue reading →

Kriteria Poster Belajar

oleh Maya A Pujiati Saya sudah merasakan manfaat poster untuk media belajar kedua anak saya. Namun tidak semua jenis poster yang ada di pasaran cukup efektif sebagai media belajar. Poster sebagai penghias atau untuk menambah semarak ruangan mungkin bisa dengan mudah kita temukan di toko buku atau di emperan jalan, tetapi untuk mendapatkan “poster belajar” …

Continue reading →

Mengelola Minat Anak

oleh  Maya A. Pujiati Setelah mengamati ketertarikan kedua anak saya dalam belajar, saya melihat bahwa Azkia (5 tahun 9 bulan) dan Luqman (4 tahun) memiliki arah minat yang khas. Azkia suka dengan teks, gambar, belajar bahasa asing, menghafal kata-kata, mengerjakan worksheet, dan ‘ngoprek’ program komputer. Keberaniannya untuk mencoba-coba tools pada program MS. Word, Power Point, dan …

Continue reading →

Agar Anak Kreatif, Butuh Pengorbanan Orang Tua

oleh : Maya A Pujiati Banyak orang mengira, jiwa kreatif itu terlahir dari alam. Artinya, seseorang itu menjadi kreatif atau tidak sudah ditetapkan sejak dalam kandungan. pay someone to write my paper Benarkah begitu? Sebagaimana orang punya bakat menyanyi lalu jadi penyanyi atau orang yang sudah berbakat melukis lalu ia jadi pelukis? Kenyataannya, kreativitas, profesi, …

Continue reading →