Mengubah Keyakinan

oleh Nilnaiqbal

Percobaan berikut ini pernah dilakukan di Woods Hole Oceanographic Institute. Barangkali Anda pun bisa melakukannya.

Ambillah sebuah akuarium, lalu bagi dua dengan sebuah dinding kaca yang bening sekali. Terciptalah semacam “akuarium ganda“.

Sekarang carilah seekor ikan barracuda dan seekor ikan mullet (barracuda memang memangsa mullet). Masukkan keduanya ke dalam masing-masing akuarium.

Lihatlah dalam sekejap saja, barracuda akan segera menyerang mullet. Lalu … duk! Ia ternyata menabrak dinding kaca pembatas yang kita pasang itu. Lalu ia berbalik lagi, mencoba lagi, menyerang lagi ….. duk! Lihat dan biarkan seperti itu sampai beberapa minggu.

Berkali-kali moncong barracuda akan kesakitan sekali. Sehingga akhirnya ia berkesimpulan dan memperoleh keyakinan bahwa “berburu mullet sama artinya dengan sakit”.

Kini buka kembali dinding kaca yang menjadi pemisah akuarium itu.  Coba tebak, apa yang terjadi? Lihatlah, ternyata barracuda akan membiarkan saja mullet berenang beberapa centimeter di sampingnya, bahkan sampai akhirnya ia mati!

Menyedihkan sekali, bukan! Tetapi bukankah sebenarnya, kebanyakan kita juga mengalami kisah yang sama?

Read more

Efek Kata-Kata

Tulisan ini saya kutip dari sebuah mailing list. Barangkali bagus juga untuk kita renungkan. Terima kasih.

—–
Sebaiknya kita semua mulai mengendalikan kata-kata yang keluar dari mulut kita dengan kata-Kata yang Positif dan Baik.

Setelah membaca info tentang pengaruh Kata-Kata Negatif terhadap Air yang ditulis dalam buku “ The Hidden Messages in Water“ karya Masaru Emoto dan pada halaman 31 buku tersebut disebutkan tentang banyaknya orang yg melakukan percobaan, sayapun tertarik untuk melakukannya sbb:

Read more

Memaknai Kehidupan

Awal musim dingin 1942. Para penguasa Austria di Vienna menangkap dan menahan ratusan orang Yahudi. Diantara mereka ada seorang psikiater muda bernama Viktor Frankl. Saat itu Frankl adalah seorang tokoh yang lagi naik daun karena mengembangkan sebuah teori baru tentang kesejahteraan psikologis.

Menghadapi penangkapan itu, ia dan istrinya, Tilly, telah mengantisipasi. Mereka berusaha keras menjaga apa yang menjadi miliknya yang paling penting. Sebelum polisi sampai di rumahnya, Tilly menjahit ke dalam lapisan jaket Viktor sebuah manuskrip buku yang ia tulis tentang teori-teorinya.

Viktor memakai jaket itu ketika pasangan tsb dikirim ke Auschwitz. Hari pertama lolos. Namun, hari kedua, penjaga SS melucutinya, melepas semua pakaiannya. Sejak itu ia tak tahu lagi dimana manuskripnya.

Tiga tahun kemudian, di Auschwitz dan kemudian di Dachau, ketika istri, saudara, ibu dan bapaknya tewas dalam tungku gas, Frankl berusaha untuk menciptakan kembali teksnya dengan menggoreskan catatan-catatan di atas potongan-potongan kertas yang dicurinya.

Dan tahun 1946, satu hari setelah tentara sekutu membebaskan kamp-kamp konsentrasi, lembaran-lembaran kertas yang kusut itu membentuk apa yang kemudian menjadi sebuah karya yang paling berpengaruh dan abadi pada abad yang lalu, bukunya, Man’s Searching for Meaning.

Dalam buku itu Frankl melukiskan bagaimana ia dengan gigih menghadapi kerja yang sangat berat, penjaga-penjaga yang sadis, dan makanan yang tidak cukup.

Read more

Nasehat Perampok Kepada Imam Al-Ghazali

Nasehat Perampok Imam Al-Ghazali, pujangga Islam yang terkenal itu, berasal dari negara Thus, sebuah daerah yang berbatasan dengan Mashad. Pada masa itu, lebih kurang pada abad kelima hijriah, Naishabur (daerah yang tidak  jauh dari Thus) merupakan pusat ilmu pengetahuan di kawasan tersebut.   Biasanya, penduduk sekitar Thus akan pergi menuntut ilmu di Naishabur, tak terkecuali … Read more

Ridha dengan segala qadha Allah SWT

Rasulullah SAW bersabda, “Yang paling menakjubkan Allah SWT dan yang paling dicintai diantara makhlukNya di hadapan Allah SWT adalah hamba mukmin yang apapun cobaan yang ditimpakan kepadanya selalu mendatangkan kebaikan baginya.” Sekiranya Allah SWT menguji dia dengan ujian, ujian itu akan menjadi penghapus terhadap dosa-dosanya. Kalau Allah memuliakan dia dan memberikan dia anugerah-anugerahNya, Allah sudah … Read more

Kata-Kata Kita Adalah Mantera

Dalam bukunya “De grondsla-gen van Uw Succes”, WJ Brown menulis, “Kehidupan batin manusia ibarat gunung es: 1/3 bagian nongol ke permukaan laut, sedang 2/3 lainnya tak kelihatan, tersembunyi di bawah permukaan air”.

Manusia selalu berfikir. Ia senantiasa berusaha agar setiap hal yang ia lakukan diurus secara sadar, sepenuhnya. Namun tak semua kehendak mudah dicapai. Pada waktu-waktu tertentu, manusia sering dipengaruhi oleh sesuatu yang “gaib”, bawah sadar.

Misalnya? ketika kita sedang di marahi orang tua, ketika Kita tertarik pada seseorang. Tapi kita tak bisa menerangkan kenapa, hal apa yang menyebabkan timbulnya perasaan semacam itu. Atau suatu ketika, tiba-tiba muncul suatu perasaan tidak enak, gelisah, hingga jantung pun berdebar-debar. Kita tak mampu menjelaskan, kenapa demikian. Tahu-tahu beberapa saat, atau beberapa hari setelah itu, kejadian tak diinginkan betul-betul menimpa. Dari kondisi semacam itu terbukti, kekuatan bawah sadar dalam diri kita sedang bekerja.

Read more

Ketika Putus Asa, Tolonglah Orang Lain

Kita berjuang bukan dengan kepandaian tetapi dengan kegigihan” -(George H. Mathason)

Kita semua ingin sekali jadi orang sukses. Tapi sayang sukses tidak pernah datang secara mudah begitu saja. Bukan sukses namanya kalau segala sesuatu tampak lancar-lancar saja tanpa pernah mengalami hambatan, rintangan dan kegagalan.

Sukses memang harus kita perjuangkan. Ada “harga” yang harus kita bayar. Kadang bahkan sangat mahal. Akan tetapi bagi siapapun juga yang mau memperjuangkannya, berani membayar harganya, suatu saat ia pasti sukses. Siapapun ia!

Salah satu tantangan yang sangat pahit yang harus kita lalui, lebih-lebih ketika terpuruk dalam kegagalan-demi-kegagalan adalah rasa putus asa. Perasaan ini sering sangat menentukan sekali pada keputusan untuk melangkah selanjutnya. Jalan terus, atau ya sudah, stop saja. Quit!

Memang betul, kita semua tidak akan pernah bisa menghindar dari kegagalan. Tetapi ingat, menghindar dari rasa putus asa adalah sangat-sangat mungkin. Soal pilihan saja. Soal sikap dan attitude saja.

Kegagalan merupakan sesuatu dari dari LUAR DIRI kita, yakni sebuah kenyataan bahwa kita tidak berhasil mencapai target yang telah kita tentukan. Lain halnya dengan putus asa. Ini merupakan sesuatu yang berasal dari DALAM DIRI kita, sikap mental kita. Oleh sebab itu seharusnya ia bisa kita kendalikan.

Di dalam diri kita, benih-benih rasa putus asa itu memang ada. Masalahnya adalah apa yang harus kita perbuat jika rasa putus asa itu melanda kita.

Read more

Penuhilah hak ruhani kita

Tatkala manusia meninggalkan dunia fana ini, jasadnya kembali ke kubur, terbujur membelai pusara. Tubuh yang dulunya begitu mempesona, yang senantiasa dibangga-banggakan pemiliknya, kini jadi santapan bakteri dan ulat-ulat usil yang ganas dan kelaparan. Kecantikan, ketampanan, kekekaran tiada berguna. Harta, pangkat dan jabatan tak menolong. Anak, isteri, handai dan tolan sedikitpun tak berdaya. Mereka hanya bisa menangis, meratap,menjerit histeris.

Setelah habis beberapa hari, jasad itu pun mulai membusuk. Tak tahulah lagi bagaimana nasibnya. Mungkin ia telah lebur menjadi tanah. Yang tinggal hanya tulang-belulang buat saksi sejarah abad mendatang, bahan penyelidikan ahli perbakala abad nanti.

Semasa masih hidup, manusia bersolek, berlepotan gincu di bibir nan merah. Wajah di-bedak-in setiap hari, biar tampak menawan. Dirawat badan tiap hari, disisirnya rambut tiap saat. Kagum manusia memandangnya. Takjub ia pada keelokan tubuhnya sendiri.

Cuma, ada satu pertanyaan berat yang mengganjal di hati. Bukankah semua itu pada akhirnya nanti hanya jadi santapan lezat ulat-ulat ganas?

Read more